SMK KES BIM KEDIRI
MARI BERGABUNG BERSAMA SMK KES BIM KEDIRI
Jumat
Selasa
Pengembangan Bank Soal Tes Bakat Skolastik (TBS)
SMK BIM KEDIRI, 1 Oktober 2019
TBS merupakan alat tes yang digunakan untuk memprediksi kemampuan seseorang jika diberikan kesempatan untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi atau pada situasi yang baru. Penggunaan TBS untuk memberikan informasi potensi belajar siswa sehingga dapat melengkapi hasil tes prestasi yang sudah diterapkan di sekolah saat ini. Berbeda dari tes prestasi, TBS disusun tidak berdasarkan silabus mata pelajaran tertentu sehingga dalam menjawab soal lebih tergantung pada daya nalar siswa baik logis maupun analitis.
TBS merupakan alat tes yang digunakan untuk memprediksi kemampuan seseorang jika diberikan kesempatan untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi atau pada situasi yang baru. Penggunaan TBS untuk memberikan informasi potensi belajar siswa sehingga dapat melengkapi hasil tes prestasi yang sudah diterapkan di sekolah saat ini. Berbeda dari tes prestasi, TBS disusun tidak berdasarkan silabus mata pelajaran tertentu sehingga dalam menjawab soal lebih tergantung pada daya nalar siswa baik logis maupun analitis.
TBS dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang Kemendikbud sejak tahun 1990, yang dalam pengembangannya sedikit banyak mengacu pada pengembangan SAT (Scholastic Aptitude Test). SAT merupakan tes potensi yang digunakan sebagai salah satu alat seleksi masuk perguruan tinggi di Amerika. Salah satu keunggulan TBS adalah prosedur pengembangan butir soal yang sudah terstandar dengan melibatkan tenaga ahli dari beberapa perguruan tinggi, sehingga soal yang dikembangkan merupakan soal yang valid. Soal yang telah diuji kemudian dikelola dalam bentuk bank soal yang terkalibrasi sehingga hasil tes dari beberapa subtes yang berbeda, tahun yang berbeda, dan rakitan atau paket yang berbeda, akan dapat diperbandingkan.
Puspendik mengembangkan TBS dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang terdiri dari 3 subtes. Berikut ini rincian masing-masing subtes TBS:
- Subtes Verbal : mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan logika verbal untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan masalah kata/bahasaSubtes verbal terdiri dari: Sinonim, Antonim, Analogi dan Wacana
- Subtes Kuantitatif: mengukur kemampuan matematis sederhana, memahami konsep matematika dan menggunakan logika angka untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan angka.Subtes Kuantitatif terdiri dari: Deretan Angka, Aritmatika dan Aljabar, dan Geometri.
- Subtes Penalaran: Mengukur kemampuan untuk memilih dan mengorganisasi informasi yang relevan untuk menyelesaikan masalah.Subtes Penalaran terdiri dari: Logis, diagram dan Analitis.
Kegiatan TES Bakat Skolastik SMK BIM Kediri
TBS diharapkan dapat digunakan di sekolah-sekolah sehingga sekolah akan memperoleh informasi mengenai potensi belajar siswa didiknya. Akurasi prediksi prestasi siswa pada jenjang/kelas yang lebih tinggi dapat terlihat berdasarkan hasil TBS, yang berarti bahwa TBS mempunyai korelasi yang signifikan dengan prestasi belajar siswa. Siswa dengan nilai TBS yang tinggi, maka siswa tersebut tentunya akan mempunyai prestasi belajar yang bagus. (https://puspendik.kemdikbud.go.id)
#kemendikbud #DITPSMK #SMKHEBAT #dindikjatim #cabdindikkediri #smkwilkediri
Kamis
SERBA-SERBI SMK
Oleh : Fildza Hasna
Sumber asli : youthmanual

Kesehatan merupakan salah satu bidang ilmu yang terus berinovasi dari masa ke masa. Industri kesehatan banyak mendapat pengaruh dari sektor ekonomi, sains, dan teknologi. Berkembangnya industri kesehatan tentu membutuhkan tenaga-tenaga profesional dengan keahlian yang mumpuni. Nggak hanya perguruan tinggi, institusi sekolah kejuruan, dalam hal ini SMK, pun turut berkontribusidalam mencetak tenaga-tenaga ahli yang paham mengenai bidang kesehatan.
Kini, untuk jenjang SMK sendiri, bidang kesehatan telah bergabung dengan bidang pekerjaan sosial.
Karena, seiring perkembangan zaman, kesadaran akan tenaga pelayanan sosial untuk melengkapi layanan kesehatan semakin penting karena tidak melulu aspek fisik dan biologis yang harus diperhatikan dalam sebuah sistem pelayanan kesehatan, namun juga aspek sosial dan psikologisnya.
Cakupan Studi
Bidang Ilmu Kesehatan dan Pekerjaan Sosial mencakup 5 program keahlian yang masing-masing dipecah lagi ke dalam Kompetensi Keahlian atau jurusan. Program-program tersebut adalah:
Keperawatan
Asisten Keperawatan
Kesehatan Gigi
Dental Asisten
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Farmasi
Farmasi Klinis dan Komunitas
Farmasi Industri
Pekerjaan Sosial
Social Care (Keperawatan Sosial)
Caregiver
Sejarah dan Perkembangan
Cikal bakal studi bidang kesehatan sudah ada sejak zaman sebelum Masehi di Mesir, Cina, hingga Yunani dan Romawidari pada praktek-praktek pengobatan kunonya. Tokoh yang terkenal adalah Hippocrates, yang dianggap sebagai Bapak Ilmu Kesehatan di Barat. Kemudian, di akhir tahun 900 Masehi ada pula Avicennadari timur tengah yang mendalami ilmu kesehatan. Pada abad ke-9, sekolah Kesehatan (Kedokteran) pertama berdiri di Italia. Ilmu kesehatan pun mulai berkembang.
Sejarah studi kesehatan di Indonesia sendiri dimulai sebelum zaman kemerdekaan, yaitu dengan berdirinya sekolah kedokteran, Dokter-Jawa tahun 1851 dan STOVIA di tahun 1902. Alasan Belanda mendirikan sekolah medis adalah untuk mengatasi berbagai wabah penyakit, sebab pengobatan tradisional dianggap tak mampu lagi mengatasinya. Industri kesehatan yang berkembang pesat sejak tahun 1950-an, membawa perubahan di banyak aspek terutama terutama produksi obat-obatan dan usaha rumah sakit. Industri ini pun terus maju seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi.
Gambaran Bidang Kesehatan dan Pekerjaan Sosial di Indonesia
Meski dalam 2 dekade terakhir Indonesia terbilang berhasil mengembangkan sektor kesehatan dengan penekanan angka kematian bayi, namun nyatanya Indonesia juga masih memiliki banyak PR terkait bidang krusial yang satu ini. Proporsi dokter dan petugas medis serta kuota rumah sakit dan puskesmas yang ada di Indonesia masih berada di bawah standar WHO, dan ini membuat kita termasuk tertinggal dibandingkan negara-negara lain di Asia Pasifik. Bahkan di beberapa daerah terpencil, tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan masih sulit sekali ditemukan.
Di sinilah pendidikan berperan dalam menghasilkan tenaga kesehatan profesional demi mencukupi kebutuhan tersebut. Sebagai sebuah institusi yang bertujuan mencetak lulusan siap kerja, SMK pun ikut serta berkontribusi mendidik generasi muda yang terampil dalam praktik-praktik kesehatan.
Meski sempat melalui beberapa penolakan, pada tahun 2014 pemerintah akhirnya mengakui lulusan SMK Kesehatan sebagai tenaga profesional yang dapat berkarir di institusi penyedia layanan kesehatan. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan, seorang lulusan SMK dapat bekerja sebagai seorang Asisten Tenaga Kesehatan.
Sementara itu, seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dan usia harapan hidup, kebutuhan akan tenaga kerja kesehatan homecare pun ikut mengalami kenaikan. Di sinilah lulusan bidang Kesehatan dan terutama Pekerjaan Sosial berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Prospek Karir
Jika berdasarkan Undang-Undang yang ada, prospek karir utama dari seorang lulusan SMK Kesehatan adalah sebagai seorang Asisten Tenaga Kesehatan.
Asisten Tenaga Kesehatan sendiri terdiri atas:
Asisten Perawat
Asisten Tenaga Kefarmasian
Asisten Dental
Asisten Teknisi Laboratorium Medik
Asisten Teknisi Pelayanan Darah
Sementara itu, untuk bidang pekerjaan sosialnya sendiri, prospek karir yang bisa dimasuki oleh lulusan SMK adalah sebagai pekerja sosial di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun lembaga sosial milik pemerintah. Selain itu, mereka juga bisa bekerja di perusahaan penyedia layanan homecare yang kini telah banyak menjamur di berbagai daerah di Indonesia.
Tentang rincian daftar di SMK BIM Kediri
Tentang rincian daftar di SMK BIM Kediri
SERBA-SERBI SMK: BIDANG & JURUSAN SMK KESEHATA DAN PEKERJAAN SOSIAL
Oleh : Fildza Hasna
Kesehatan
merupakan salah satu bidang ilmu yang terus berinovasi dari masa ke masa.
Industri kesehatan banyak mendapat pengaruh dari sektor ekonomi, sains, dan
teknologi. Berkembangnya industri kesehatan tentu membutuhkan tenaga-tenaga
profesional dengan keahlian yang mumpuni. Nggak hanya perguruan tinggi, institusi
sekolah kejuruan, dalam hal ini SMK, pun turut berkontribusi dalam mencetak
tenaga-tenaga ahli yang paham mengenai bidang kesehatan.
Kesehatan
merupakan salah satu bidang ilmu yang terus berinovasi dari masa ke masa.
Industri kesehatan banyak mendapat pengaruh dari sektor ekonomi, sains, dan
teknologi. Berkembangnya industri kesehatan tentu membutuhkan tenaga-tenaga
profesional dengan keahlian yang mumpuni. Nggak hanya perguruan tinggi, institusi
sekolah kejuruan, dalam hal ini SMK, pun turut berkontribusi dalam mencetak
tenaga-tenaga ahli yang paham mengenai bidang kesehatan.
Kini,
untuk jenjang SMK sendiri, bidang kesehatan telah bergabung dengan bidang
pekerjaan sosial.
Karena,
seiring perkembangan zaman, kesadaran akan tenaga pelayanan sosial untuk
melengkapi layanan kesehatan semakin penting karena tidak melulu aspek fisik
dan biologis yang harus diperhatikan dalam sebuah sistem pelayanan kesehatan,
namun juga aspek sosial dan psikologisnya.
Cakupan Studi
Bidang
Ilmu Kesehatan dan Pekerjaan Sosial mencakup 5 program keahlian yang
masing-masing dipecah lagi ke dalam Kompetensi Keahlian atau jurusan.
Program-program tersebut adalah:
Keperawatan
Asisten
Keperawatan
Kesehatan
Gigi
Dental
Asisten
Teknologi
Laboratorium Medik
Teknologi
Laboratorium Medik
Farmasi
Farmasi
Klinis dan Komunitas
Farmasi
Industri
Pekerjaan
Sosial
Social
Care (Keperawatan Sosial)
Caregiver
Sejarah
dan Perkembangan
Cikal
bakal studi bidang kesehatan sudah ada sejak zaman sebelum Masehi di Mesir,
Cina, hingga Yunani dan Romawidari pada praktek-praktek pengobatan kunonya.
Tokoh yang terkenal adalah Hippocrates, yang dianggap sebagai Bapak Ilmu
Kesehatan di Barat. Kemudian, di akhir tahun 900 Masehi ada pula Avicennadari
timur tengah yang mendalami ilmu kesehatan. Pada abad ke-9, sekolah Kesehatan
(Kedokteran) pertama berdiri di Italia. Ilmu kesehatan pun mulai berkembang.
Sejarah
studi kesehatan di Indonesia sendiri dimulai sebelum zaman kemerdekaan, yaitu
dengan berdirinya sekolah kedokteran, Dokter-Jawa tahun 1851 dan STOVIA di
tahun 1902. Alasan Belanda mendirikan sekolah medis adalah untuk mengatasi
berbagai wabah penyakit, sebab pengobatan tradisional dianggap tak mampu lagi
mengatasinya. Industri kesehatan yang berkembang pesat sejak tahun 1950-an,
membawa perubahan di banyak aspek terutama terutama produksi obat-obatan dan
usaha rumah sakit. Industri ini pun terus maju seiring dengan perkembangan
kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi.
Gambaran
Bidang Kesehatan dan Pekerjaan Sosial di Indonesia
Meski
dalam 2 dekade terakhir Indonesia terbilang berhasil mengembangkan sektor
kesehatan dengan penekanan angka kematian bayi, namun nyatanya Indonesia juga
masih memiliki banyak PR terkait bidang krusial yang satu ini. Proporsi dokter
dan petugas medis serta kuota rumah sakit dan puskesmas yang ada di Indonesia
masih berada di bawah standar WHO, dan ini membuat kita termasuk tertinggal
dibandingkan negara-negara lain di Asia Pasifik. Bahkan di beberapa daerah
terpencil, tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan masih sulit sekali
ditemukan.
Di
sinilah pendidikan berperan dalam menghasilkan tenaga kesehatan profesional demi
mencukupi kebutuhan tersebut. Sebagai sebuah institusi yang bertujuan mencetak
lulusan siap kerja, SMK pun ikut serta berkontribusi mendidik generasi muda
yang terampil dalam praktik-praktik kesehatan.
Meski
sempat melalui beberapa penolakan, pada tahun 2014 pemerintah akhirnya mengakui
lulusan SMK Kesehatan sebagai tenaga profesional yang dapat berkarir di
institusi penyedia layanan kesehatan. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 36
Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan, seorang lulusan SMK dapat bekerja sebagai
seorang Asisten Tenaga Kesehatan.
Sementara
itu, seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dan usia harapan hidup,
kebutuhan akan tenaga kerja kesehatan homecare pun ikut mengalami kenaikan.
Di
sinilah lulusan bidang Kesehatan dan terutama Pekerjaan Sosial berkontribusi
untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Prospek
Karir
Jika
berdasarkan Undang-Undang yang ada, prospek karir utama dari seorang lulusan
SMK Kesehatan adalah sebagai seorang Asisten Tenaga Kesehatan.
Asisten
Tenaga Kesehatan sendiri terdiri atas:
Asisten
Perawat
Asisten
Tenaga Kefarmasian
Asisten
Dental
Asisten
Teknisi Laboratorium Medik
Asisten
Teknisi Pelayanan Darah
Sementara
itu, untuk bidang pekerjaan sosialnya sendiri, prospek karir yang bisa dimasuki
oleh lulusan SMK adalah sebagai pekerja sosial di Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM) maupun lembaga sosial milik pemerintah. Selain itu, mereka juga bisa
bekerja di perusahaan penyedia layanan homecare yang kini telah banyak menjamur
di berbagai daerah di Indonesia.
Sumber asli : youthmanual
Sumber asli : youthmanual
Senin
Belajar di SMK Sesuai Minatmu ...
Kompas.com - 24/10/2008, 04:39 WIB
Apa sih yang ada di benak abu-abuers tentang sekolah menengah
kejuruan, sebut aja salah satunya sekolah teknik menengah atau STM?
Hmm, mungkin komentar kamu enggak jauh-jauh dari suka
tawuran, enggak asyik, enggak bergengsi, atau enggak keren. Jadilah, banyak
lulusan SMP yang lebih milih masuk SMA. Jika ada yang milih SMK, umumnya sih
sebab enggak keterima di SMA favoritnya.
Bersekolah di SMK memang sempat enggak favorit di kalangan
kaum muda, terutama mereka yang pintar dan berduit.
Citra SMK sebagai sekolah nomor dua membuat sekolah ini
enggak populer, dianggap cuma cocok buat kaum muda yang udah siap kerja begitu
melepas predikat abu-abunya. Tapi, itu dulu!
Beberapa tahun belakangan ini SMK makin populer. Apalagi, pada tahun 2015 nanti Departemen Pendidikan Nasional bakal membuat rasio SMK dan SMA menjadi 70:30. Minat kaum muda untuk memilih SMK setidaknya terlihat saat pendaftaran siswa baru. Sudah banyak lulusan SMP yang dengan sadar menjadikan SMK sebagai pilihan pertama. Apalagi, iklan di layar kaca juga gencar mempromosikan SMK sebagai pilihan sekolah yang layak dilirik.
Program keahlian di SMK itu bukan cuma teknik, otomotif, atau
bisnis aja. Ada segudang pilihan yang bakal membekali siswa dengan keterampilan
spesifik. Berdasarkan data Direktorat Pembinaan SMK Departemen Pendidikan
Nasional, ada 19.320 program keahlian. Program keahlian yang sangat variatif
ini dikelompokkan dalam 13 rumpun. Mulai dari yang paling banyak sekolah dan
peminatnya adalah bisnis dan manajemen; teknik mesin, tekstil, dan industri;
teknik mekanik otomotif; pariwisata, tata busana, tata kecantikan, tata boga,
dan pekerja sosial; kelautan, pelayaran, dan budidaya ikan; teknologi informasi
dan komunikasi serta telekomunikasi; bangunan; listrik; pertanian dan
peternakan; seni, kriya atau kerajinan tangan, grafika; elektronika; kesehatan;
dan geologi pertambangan.
Selain itu, siswa SMK juga punya ajang kompetisi yang enggak
kalah bergengsi, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang rutin diadain buat
abu-abuers SMA. Seleksinya juga kayak OSN, mulai dari tingkat sekolah sampai
provinsi. Namanya Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK yang udah 16 tahun
digelar. Pemenang di tingkat nasional dipersiapkan buat ikut World Skill
Competition mulai tingkat ASEAN, Asia, dan dunia. Prestasi abu-abuers SMK kita
bisa dibilang terus membaik. Di tingkat ASEAN, Indonesia termasuk nomor satu
lho. Di ajang World Skill Competition, Indonesia baru dua kali terlibat sebagai
peserta. Dalam kompetisi di Jepang tahun lalu, kita berada di posisi ke-21 dari
52 negara. Sebelumnya, Indonesia di posisi ke-44. Cukup bikin bangga kan
prestasi abu-abuers SMK kita? Mereka juga bisa berprestasi di tingkat dunia.
Malah, banyak lulusan SMK kita yang jago-jago diminta bekerja di luar negeri.
Sesuaikan minat Belajar di SMK bisa menyenangkan juga kok. Apalagi, kalau kita
pengin ahli dan terampil di suatu bidang yang memang kita minati. Belajar di
SMK bisa cocok buat kita. Buat kamu yang hobi musik, ada SMK musik. Terserah
minat kamu, mau memperdalam seni musik tradisional seperti karawitan atau musik
klasik, mulai dari piano, gitar, dan biola.
Di SMK Negeri 2 Kasihan, Bantul, Yogyakarta, misalnya, kamu
bisa pilih seni musik atau seni pertunjukan. Mereka yang tertarik dengan
tanam-menanam, pilih saja SMK pertanian. Di sekolah ini kamu bakal dapat ilmu
dan keterampilan soal menanam sayur, buah, dan tanaman hias, gimana melakukan
pembibitan atau kultur jaringan untuk menghasilkan tanaman yang bagus, sampai
mengolah hasil panen menjadi produk makanan yang nilai jualnya lebih tinggi.
Buat yang hobi dengan dunia animasi, desain web, pokoknya yang berkaitan dengan
teknologi informasi dan komunikasi, di SMK kamu bisa mendalaminya. Tinggal cari
SMK yang punya program keahlian ini dan mulailah hari-hari kamu dengan belajar
yang enggak jauh dari kata praktik. Syarifa, siswa kelas III Jurusan Tata
Busana SMKN 30 Jakarta, bercerita, sejak kecil ia ingin menjadi desainer
pakaian dan membuka butik. ”Teman ibu saya, seorang desainer pakaian,
mereferensikan SMK ini,” katanya. Menurut dia, masuk SMK lebih menguntungkan
karena langsung fokus mempelajari bidang yang disukai dan tak membuang waktu
belajar hal-hal lain yang kurang menarik. ”Lulusan sarjana start masuk kerja
paling bergaji Rp 1 juta-Rp 2 juta. Kalau kita buka usaha sendiri, bisa lebih
banyak dapetnya, yang penting mau kerja keras,” ujarnya. Untuk mewujudkan
impiannya, Syarifa berencana mendalami studi desain di luar negeri.
Debby Christiany, siswa kelas III Jurusan Akomodasi
Perhotelan SMK Jayawisata 2 Jakarta, bercerita, ia sering praktik di hotel
berbintang lima. Biarpun status masih abu-abuers, ia harus profesional seperti
karyawan di hotel tempatnya magang. Kedisiplinan dalam bekerja itu diasah
banget sejak kita masuk SMK. Debby juga harus bisa tampil menarik. Maklum, bekerja
di hotel kan harus terlihat rapi, menarik, dan ramah. Di sekolah ada kelas
beauty untuk cewek dan kelas handsome untuk cowok, yang ngajarin gimana cara
dandan dan bahasa tubuh yang pas supaya kelihatan ”grooming”. Mereka juga
diajarin table manner. Selain itu, ada juga keahlian tours & travel. Mereka
harus bisa membuat tour planning atau perencanaan perjalanan wisata domestik
dan internasional, tour guide, sampai reservation & airlines ticketing.
Bekal bahasa internasional, seperti bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin, juga
diajarin. Banyak siswa SMK yang udah dipesan untuk kerja di hotel berbintang
lima. Saking asyik kerja, sampai ada yang lupa ambil ijazah. Trus, ada juga lho
yang dilirik jadi pramugari. Biarpun konsentrasi sekolah ngajarin keahlian, enggak
berarti hari-hari kamu di sekolah cuma belajar dan bekerja, ekskul juga ada
kok.
Contoh, di SMK Jayawisata, program ekskulnya meliputi
olahraga dan seni. Siswa bisa pilih aktif di ekskul bola basket dan voli, tenis
meja, cheerleader, sulap, tarian tradisional dan modern serta breakdance,
pencak silat, dan kelas modeling. Kerja atau kuliah Pendidikan menengah
kejuruan ke depannya bakal lebih banyak sekolahnya. Tujuannya, biar abu-abuers
pintar sekaligus terampil. Pilihan belajar di SMA itu nantinya buat mereka yang
berminat untuk ngelanjutin sekolah ke universitas atau institut. Eits, tunggu
dulu! Bukan berarti kalau kita belajar di SMK bakal enggak bisa kuliah. Salah
besar! Justru di SMK pilihan kita terbuka lebar. Pertama, mau kerja, kita udah
terampil. Pasalnya, di SMK kita banyak dapat praktik di sekolah dan magang di
perusahaan. Kedua, kita tetap bisa masuk perguruan tinggi. Enggak ada tuh
larangan buat kuliah di perguruan tinggi favorit semisal UI, ITB, atau UGM.
Kalau pilihan kuliah pas dengan program keahlian di SMK-mu, peluangnya sama
besar dengan abu-abuers SMA. Selama belajar di SMK, kita juga dapet teori buat
bekal menjalani tes intelektual. Ketiga, kita bisa kerja sambil kuliah. Asyik
kan, setidaknya uang jajan enggak tergantung lagi sama jatah dari ortu.
(ELN/INE)
Langganan:
Postingan (Atom)



































